“Jadi, tujuanmu membuat ramalan itu apa?” tanya Aruna.“Mencegah Vesper membuat kekacauan,” ucap Rualyn tenang. “Vesper itu adik dari ayahku.”Aruna terdiam.Adik dari ayah Rualyn?Berarti Vesper bukan sekadar penyihir kuno yang kebetulan menjadi musuh Blackwood. Ada hubungan darah di antara mereka.Namun, terlalu banyak hal yang terjadi dalam satu malam. Aruna akhirnya meninggalkan galeri dan kembali ke kamar tidurnya.Ia berbaring, menarik selimut hingga sebatas dada, lalu memejamkan mata.Tetapi pikirannya tidak mau berhenti.Tentang Rualyn.Tentang Vesper.Tentang Elandor.Dan terutama tentang Rowan.Setiap kali mencoba tidur, wajah Rowan kembali muncul dalam ingatannya.Takdir...Kalimat Rualyn terus terngiang.Aruna menghela napas panjang dan membalikkan tubuh.“Besok saja aku pikirkan...”Namun malam itu, ia hampir tidak tidur sama sekali.---Pagi harinya, Mira memasuki kamar seperti biasa untuk membangunkan majikannya.“Lady Evelyne, sudah pagi. Apakah Anda ingin sarapan di—”
Ler mais