Dirga berdiri di depan pintu kamar sang ayah yang tampak begitu akrab dengan Sera. "Papah ngapain berduaan sama Tante Sera di kamar? Papah sudah punya istri, kok begitu?" kening Dirga mengernyit menatap keduanya. Hady terkejut melihat putranya berdiri di ambang pintu. "Dirga? Sejak kapan kamu di sana?" tanya Hady, bukannya langsung menjawab pertanyaan putranya. Sementara itu, Sera malah terlihat santai. Tangannya kembali meraih tangan Hady yang langsung ditepis. "Eh, Dirga. Apa kabar, sayang? Tante ke sini seperti biasa, nengokin papamu." Sera dengan lembut. "Sepagi ini, ya? Papa punya istri, Tante. Jangan berlebihan, nanti jadi fitnah, lho," ujar anak itu dengan nada tegas. "Iya, Tante tahu papamu sudah beristri. Tapi papamu, kan, tidak ingat dia. Wajar, dong, kalau Tante sering menemani papamu untuk membantu mengingat kembali," Sera membela diri. Hady menggeleng pelan. Kepalanya terasa semakin pusing mendengar perdebatan itu. Selain berusaha menjauh dari Sera, Hady juga men
Read more