"Aku baru tahu mantanmu itu," kata Galih sambil melirik Celia."Emangnya kenapa? Gantengan kamu, ya?" balas Celia dengan senyum jahil."Hahaha ... tahu aja aku mau bilang gitu," ujar Galih terkekeh."Huuuh, emang paling bisa ngejek orang kamu itu," gerutu Celia seraya mencubit pinggang Galih.Galih langsung meringis dibuatnya. Tak mau kalah, ia menjepit hidung Celia dengan gemas. Beberapa menit kemudian, Putri merengek meminta digendong oleh Galih."Hmm, udah capek, ya, mainnya?" ucap Galih sambil menggendong Putri.******Tempat pertama yang Icha kunjungi adalah makam sang kakak, Diana. Ia berlutut di hadapan pusara, lalu bersimpuh mencium batu nisan setelah menaburkan bunga di atasnya."Assalamu'alaikum. Kak Diana, maafin aku baru datang ke sini. Tapi aku sering mengirim hadiah untukmu," ucap Icha dengan suara lirih, diiringi deraian air mata yang sulit ia bendung."Kak, lihat aku. Adikmu ini sudah mulai mengubah diri dari yang sebelumnya. Insyaallah aku akan menjadi lebih baik, dan
Read more