“Kamu ada di rumah gak?” tanya Celia seseorang yang ua ajak bicara di telepon. “Ada, kenapa?” sahut dari ujung sana. “Okeee. Aku ke sana sekarang, kirim alamatnya ya?” tambah Celia yang detik kemudian, mematikan sambungan telepon. Hari ini Talia sedang berada di rumah aja, disebabkan lagi mager, ia malas untuk masuk kerjadan memlih mengerjakan di rumah saja, itu saran dari Hady, bos sekaligus suaminya. “Nyonya muda, mau kusiapkan makanan?” tawar mbak sambil berdiri di samping Talia yang tenga sibuk dengan laptpnya. “Em … boleh, makasih ya, Mbak,” jawab Talia tanpa menoleh pada bibi. Lalu menoleh saat bibi hendak mengundur diri, “oya, Mbak … tolong minumnya … yang manis ya.” “Baik, Nyonya.” Mbak kembali melanjutkan langkahnya menuju dapur. Senyum Talia mengembang. Lantas kembali ke layar laptop yang menyala terang. Sudah dua puluh menit berlalu saat Celia telepon menanyakan alamat, katanya mau datang bermain ke tempat itu. “Tumben-tumbenan Celia mau main ke rumah ini, biasanya
Last Updated : 2026-06-02 Read more