Disaat Talia berdiri, dari arah samping kiri, melesat sebuah mobil yang hampir saja menghantam tubuh Talia, untungnya Hady yang tadinya mau membukakan pintu mobil, melihat betapa melesatnya mobil itu."Awas!"Dengan gesit, menarik tangan sang istri, hingga menubruk dada bidang miliknya. Mata Talia melotot, dalam pelukan Hady. Debaran jantungnya, bergemuruh hebat. Shock. Terkesiap, percaya atau tidak dengan apa yang terjadi. Mobil tersebut, melesat seakan tidak pernah hampir terjadi sesuatu saja. "Kurang ajar, gak pake mata tuh orang!" teriak Hady dengan rahang yang mengeras. Merangkul tubuh sang istri. Terdengar hentakan jantung Talia. Dadanya naik turun saking kagetnya, tubuhnya berasa lemas. Lutut bergetar. "Ya Allah, ada saja kejadian yang ..." suara Talia bergetar dan serak.Perlahan memudarkan rangkulan, mencoba berdiri tegak. Tampak wajah Talia memucat. "Kamu gak kenapa-napa sayang?" tatapan Hady begitu lekat, dimatanya penuh kekhawatiran. Talia menggeleng. "Hanya kaget
Read more