Setelah stuk di tempat, akhirnya mobil merayap juga dan pada akhirnya bisa menuju pulang, Talia pun bisa bernapas lega.Sesampainya di rumah, Talia menggendong bayinya masuk ke dalam. Belum sempat melangkah jauh, Bu Nina dan Dirga sudah menyambutnya di ruang tamu dengan wajah lega."Lho, kok baru pulang?" tanya Bu Nina heran. "Dari tadi Ibu menunggu."Talia mengembuskan napas pelan sambil tersenyum tipis. "Lho, Bu. Tadi di jalan macet parah karena ada kecelakaan. Jadi perjalanannya lama, kan sudah kukasih kabar tadi.""Oh iya, maklum ibu dah tua. Ibu sampai khawatir," ujar Bu Nina sambil nyengir, meminta bayinya dari Talia. Talia kemudian menyerahkan bayinya ke pelukan sang ibu. "Nih, Bu. Fatiya, cucu ibu ini anteng banget, inih baru bangun."Bu Nina langsung menggendong cucunya dengan penuh kasih sayang. Wajahnya berbinar melihat bayi mungil itu mulai menguap kecil."Ya ampun, cucu Nenek cantik sekali, MasyaAllah," ucap Bu Nina gemas seraya mengusap lembut pipi Fatiya.Dirga yang se
Read more