แชร์

BAB 113 Mouse in The Trap

ผู้เขียน: Mutia Azwar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-22 23:59:17

Pria dingin itu menegakkan tubuh Crystal. Tangannya masih menahan pinggang wanita itu agar tidak jatuh. Wajah sekretaris kepercayaan Arka itu tetap datar seperti manekin.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Leon dengan bariton yang dingin.

"S-saya cuma sedikit pusing, Tuan," bisik Crystal dengan suara serak.

Jarak mereka cukup dekat. Leon mengangkat sebelah alisnya, mengamati wajah Crystal yang kemerahan, peluh yang membanjiri pelipis dan leher wanita itu, serta ritme dadanya yang naik turun begitu cep
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
brynolaa
ohmygodd, leon gk nyangkaa gw lo sebrutal itu woylah ...
goodnovel comment avatar
Mochachinoo
lanjut thorr seru bgt crtany
goodnovel comment avatar
Mochachinoo
kayaknya crystal cocok sm leon
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 114 Jerat Sang Sekretaris

    Leon tersenyum miring. Ia mengecup pipi Crystal lantas berbisik gemas, "Aku tidak akan membiarkan kamu klimaks sendirian tanpa aku masuki, Sayang."Sensasi dingin dari pendingin udara jet pribadi yang menerpa kulit telanjangnya beradu tajam dengan kehangatan membakar dari telapak tangan Leon. Crystal merinding hebat. Setiap inci saraf di tubuhnya seperti berteriak menuntut pelepasan dari siksaan racun pemicu gairah yang mengamuk di dalam darahnya.Leon mengangkat tubuh ramping Crystal dengan satu gerakan mantap, memposisikan wanita itu tepat di atas pangkuannya. Alis tebal sang sekretaris berkerut dalam, menahan gejolak liar yang nyaris meruntuhkan seluruh kontrol rasionalnya. Saat bagian inti mereka saling bersentuhan tanpa pembatas, erangan pelan terlepas serentak dari tenggorokan keduanya.Namun, bukannya langsung menerobos masuk, Leon justru menahan diri. Ada sisa ragu dan kepanikan yang terpancar samar dari iris mata Crystal yang sayu. Leon menyunggingkan senyum miring yang sarat

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 113 Mouse in The Trap

    Pria dingin itu menegakkan tubuh Crystal. Tangannya masih menahan pinggang wanita itu agar tidak jatuh. Wajah sekretaris kepercayaan Arka itu tetap datar seperti manekin."Kamu tidak apa-apa?" tanya Leon dengan bariton yang dingin."S-saya cuma sedikit pusing, Tuan," bisik Crystal dengan suara serak.Jarak mereka cukup dekat. Leon mengangkat sebelah alisnya, mengamati wajah Crystal yang kemerahan, peluh yang membanjiri pelipis dan leher wanita itu, serta ritme dadanya yang naik turun begitu cepat. Insting Leon menangkap ada sesuatu yang tidak beres dengan wanita ini.BUKKK!Tiba-tiba, pesawat dihantam turbulensi. Lampu indikator menyala merah. Cengkeraman Leon di pinggang Crystal dipererat untuk menyeimbangkan posisi mereka. Namun, dorongan turbulensi kedua yang lebih kuat melempar tubuh mereka berdua ke dinding lorong yang sempit.BRUKK!Dada bidang Leon menekan tubuh ramping Crystal ke dinding. Sentuhan dari tangan Leon di pinggangnya memicu ledakan gairah yang tak sanggup lagi ia b

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 112 Salah Sasaran

    Di kabin utama, Naura masih menyandarkan kepala ke kaca jendela, mencoba menetralkan pipinya yang merona akibat godaan Arka. Suara gesekan halus pintu kabin membuat Naura kembali menoleh.Crystal berjalan mendekat dengan keanggunan yang dibuat-buat. "Permisi, Tuan Arka. Ini teh chamomile hangat dengan madu pesanan Anda. Saya sengaja membuatnya tidak terlalu panas agar bisa langsung diminum.” katanya lembut. “Dan untuk Nona Naura, ini air mineral steril yang baru."Crystal meletakkan cangkir porselen berisi cairan perangsang itu tepat di sebelah laptop Arka, lalu menyajikan botol air mineral baru di depan Naura.Arka hanya mengangguk tipis tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop. "Letakkan saja di situ.""Baik, Tuan. Jika Anda membutuhkan pijatan ringan untuk meredakan pegal di bahu—""Tidak perlu," potong Arka dingin."Baik, Tuan," ujar Crystal halus. Matanya melirik cangkir itu dengan penuh harap, menunggu jemari Arka menyentuhnya.Insting Naura seketika terusik. Ia merasa a

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 111 Misi Yang Gagal

    Di dalam kabin first class yang didominasi interior kayu mahoni dan kulit krem, suasana begitu tenang. Cahaya sore keemasan menembus jendela kaca oval, membiaskan bayangan lembut di pangkuan Naura.Naura bersandar malas di kursinya yang empuk. Di sampingnya, Arka duduk tegap dengan laptop terbuka di atas meja lipat. Jemari pria itu menari lincah di atas keyboard, menyelesaikan beberapa dokumen penting yang tertunda karena perubahan rute mendadak ke Seoul."Arka, masih lama ya sampai Seoul?" tanya Naura, memecah keheningan sembari memilin ujung rambutnya.Arka menoleh tanpa menghentikan ketukan jarinya. "Sekitar empat puluh lima menit lagi. Kamu merasa pusing?""Tidak, cuma haus sih," gumam Naura. Tenggorokannya memang terasa sedikit kering setelah menyantap daging panggang di Jeju tadi. "Pokoknya nanti begitu mendarat di Gimpo, kita langsung drop koper di penthouse, terus ke Namsan Tower. Setelah itu kita harus jalan-jalan menyusuri Myeongdong. Aku mau beli hottok gula merah yang mele

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 110 Kiss for A Gift

    Pelayan mulai membalik potongan daging yang permukaannya telah berubah cokelat keemasan, kemudian memotongnya menjadi beberapa bagian dengan gunting khusus. Naura sudah tidak sabar. Begitu pelayan membungkuk dan pamit keluar ruangan, ia segera menyambar sumpitnya. Selembar daun selada diambil, kemudian diisi sedikit nasi hangat, sepotong daging yang renyah di luar tetapi tetap juicy di dalam, lalu dicelupkan ke dalam saus Mel jeot yang hangat. Sebagai pelengkap, Naura menambahkan sepotong kimchi sawi di atasnya.Dengan telaten, ia menggulung daun selada itu hingga membentuk bulatan rapi. Namun, bukannya memasukkannya ke mulut sendiri, Naura justru mengarahkannya tepat ke depan bibir Arka."Buka mulutmu, Arka! Aaa..." suruh Naura dengan senyum manis.Arka memicingkan mata curiga, menahan tangan Naura. "Ini tidak ada cabe atau bawang putih mentah di dalamnya, kan?""Tidak ada, Arka. Ya ampun, dasar penakut! Cepat makan sebelum tanganku pegal!" cibir Naura menghentak-hentakkan sumpitnya.

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 109 Sehari Bersama Monster

    Dua hari berlalu dengan cepat. Kondisi Naura membaik secara signifikan. Rona sehat kembali menghiasi kedua pipinya, sementara tenaga wanita itu pun telah pulih sepenuhnya. Sesuai jadwal awal, jet pribadi Arka seharusnya lepas landas menuju Jakarta tepat pukul dua siang. Namun, rencana itu mendadak berantakan begitu Naura menyampaikan keinginannya di dalam suite resort tempat mereka tengah mengemasi barang."Tidak mau! Pokoknya penerbangannya dimundurkan saja jadi jam empat sore!" seru Naura mantap sembari bersedekap di depan koper besarnya yang masih terbuka.Arka yang sedang memasang jam tangan mewahnya menoleh kaku. "Naura, kita berangkat jam dua. Perjalanan ke Jakarta memakan waktu cukup lama dan aku tidak mau kamu kecapekan di jalan.""Aku sudah sembuh, Arka!" protes Naura kesal. "Masa kita sudah jauh-jauh ke Jeju tapi aku tidak membawa oleh-oleh sama sekali sih? Aku belum membelikan apa-apa untuk sahabatku, untuk keluargaku, bahkan untuk Mami!""Biar Leon nanti yang menyuruh oran

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 2 Ancaman Pertama Sang Monster

    “Mari kita bicara sebentar,” bisiknya lembut.Cengkeramannya di pergelangan tangan Naura mengencang, cukup untuk mengingatkan bahwa ini bukan undangan.Ini perintah.Ia menggiring Naura menuju balkon privat di sisi aula. Begitu pintu kaca tertutup di belakang mereka, suara musik dan percakapan di da

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 1 Harga Seorang Putri Wijaya

    Lampu gantung kristal di aula utama Hotel Grand Mahardika berpendar menyilaukan, memantulkan kilau kemewahan yang hampir terasa menyesakkan bagi siapa pun yang cukup peka untuk mencium bau busuk di baliknya. Udara di dalam ruangan dipenuhi aroma parfum mahal, cerutu impor, dan minuman beralkohol kel

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 6 Janji Cinta yang Terlarang

    Hujan mengguyur Jakarta dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan kota.Di dalam D’Jenama Studio yang luas, hawa dingin dari mesin pendingin ruangan beradu dengan panasnya lampu-lampu tungsten berkekuatan ribuan watt. Aroma hairspray, perhiasan mahal, dan bedak tabur memenuhi udara.Naura C

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 5 Air Mata Sang Angel of the Catwalk

    Kilatan lampu strobo di studio foto itu terasa seperti tembakan beruntun.Di tengah set pemotretan yang didekorasi minimalis namun mewah, Naura Callista Wijaya bergerak dengan presisi seorang profesional. Setiap kemiringan dagunya, setiap gerakan bahunya, setiap tatapan matanya. Semua adalah hasil d

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status