Kriett. Meskipun sudah berusaha selirih mungkin, suara pintu itu tetap terdengar. Syifa yang tengah bersandar di head bed dengan Sena yang pulas tidur di atas dadanya, sontak menoleh. Juliana tersenyum, lanjut masuk ke dalam kamar setelah menutup pintu. Juliana duduk di tepi ranjang, mengusap punggung Sena yang nampak sangat nyaman tidur di atas dada Syifa. "Mama pengen ngomong sama kamu, Fa, boleh?"Syifa tersenyum, matanya bengkak, masih memerah. Perlahan Syifa mengubah posisinya, menurunkan Sena dan membaringkan bayi itu ke kasur, tepat di sebelah Syifa duduk. "Mama pengen ngomong apa?"Meskipun tahu, yang hendak Juliana bahas adalah kehamilannya yang tidak terduga ini, tapi Syifa tetap basa-basi bertanya. Juliana mengangguk pelan, tersenyum sembari meraih tangan Syifa dengan lembut. "Jangan khawatirkan apapun, Fa ... kamu punya mama, jadi jangan pernah takut akan apapun."Hening. Syifa membisu, namun senyum dan air mata Syifa menjawab pesan yang ditujukan Juliana kepadanya b
Read more