"Welcome home."Yaksa tersenyum, merangkul Syifa yang sedari turun dari mobil sama sekali tidak melepaskan lengannya. Akhirnya, setelah kondisi Yaksa pulih sempurna, ia sudah diperbolehkan pulang, dan di sinilah mereka sekarang. Istana yang menjadi saksi bagaimana perasaan mereka berubah seiring berjalannya waktu. Ah ... Bukan perasaan mereka, mungkin lebih tepatnya perasaan Syifa. Dari masuk membawa perasaan benci dan kesal yang teramat sangat pada Yaksa, kini perasaan itu luruh, hilang bergantikan rasa cinta yang sama, seperti yang Yaksa miliki untuk Syifa. "Kucing-kucing aman?"Syifa mengangguk, membawa langkah Yaksa menuju belakang rumah, di mana kandang kucing mereka berada. Kaki mereka melangkah beriringan, saat tangan Syifa hendak membuka pintu cat room, Yaksa mencegahnya. Ia berdiri di depan pintu kaca, tersenyum memperhatikan polah tingkah kucing yang reflek berlarian mendekat ke arah mereka. "Yakin nggak mau masuk?" tawar Syifa ketika kucing-kucing itu nampak sudah berke
Читайте больше