Tak lama kemudian, mobil mereka memasuki gerbang gedung perusahaan kopi milik keluarga Hermawan yang terletak tak jauh dari kawasan industri sebelumnya. Bangunan itu tampak lebih modern.Pak Roger, sang Direktur Utama di sana, segera turun. Ia menyambut mereka dengan sikap yang sangat sopan dan formal. “Selamat datang, Bu Arumi.“Arumi berjalan dengan gaya anggunnya yang khas, lalu memperkenalkan Ronald kepada sang direktur. "Pak Roger, perkenalkan, ini Ronald. Dia pengelola aset dan kekayaan Pak Hermawan yang baru. Segala keputusan di sini sekarang ada di tangannya."Mendengar itu, raut wajah Pak Roger langsung berubah drastis. Ia yang tadinya hanya bersikap ramah biasa, seketika menjadi sangat hormat, bahkan sedikit membungkukkan tubuhnya saat menjabat tangan Ronald. "Walah, selamat datang Pak Ronald. Suatu kehormatan bagi kami. Silakan masuk, Pak, apa ada yang bisa saya bantu?"Seperti yang terjadi di perusahaan teh sebelumnya, Ronald tidak ingin membuang waktu untuk basa-basi ya
Read more