"Justru kalian yang aneh. Kami bersikap biasa kok malah kalian kaget? Apa rindu sama kesombongan kami? Mau aku marahin lagi kayak kemarin?" Maya memainkan alisnya sembari melempar senyum tipis yang tak lagi mengandung kebencian, melainkan godaan santai yang membuat suasana meja makan semakin terasa aneh."Eh bukan gitu, Kak May. Kami cuma agak kaget aja karena perubahannya drastis banget. Kemarin kan kalian berdua ngeri banget kayak mau makan orang," sahut Bianca buru-buru merevisi perkataannya agar tidak menyinggung perasaan Maya. Ia sedikit merapikan letak tanktop hitamnya yang membuat gundukan daging di dadanya menyembul separuh.Arumi yang paling senior di antara para wanita itu pun mencoba menengahi dengan lebih bijak. Ia menyesap teh hangatnya perlahan, lalu menatap Maya dan Lia dengan pandangan keibuan. "Wahh, bagus dong kalau kalian berdua bisa membaur gini. Jujur ya, aku rindu sama si imut Maya dan Lia yang dulu sering aku gandeng buat berangkat ke sekolah."Lia tersenyum l
Read more