Dengan gerakan kasar, Bianca merebut potongan roti yang sudah berlumur saus keju itu dari tangan Ronald dan langsung melahapnya dalam sekali suapan besar. Ia mengunyah dengan penuh emosi, seolah sedang mengunyah Ronald di dalam mulutnya."Ini udah aku makan, puas pak caretaker yang hebat?" dengus Bianca sembari menelan paksa kunyahannya. Wajahnya memerah hampir tersedak, namun tangannya cepat meraih meraih gelas es capuccino dan menyedotnya hingga menimbulkan suara berisik di dasar gelas.Ronald tersenyum ringan, menyandarkan punggungnya ke kursi kayu kedai tersebut dengan gaya santai. "Terima kasih, aku memang hebat, Bi. Tapi aku belum puas kalau cuma liat kamu makan sesuap doang. Itu namanya belum makan," jawab Ronald sembari menunjuk sisa burger yang masih utuh di atas nampan."Ish, narsis banget jadi orang! Apa lagi sih yang mau kamu, Ronald?! Kamu udah nyeret aku ke butik, maksa beli baju nggak jelas, sekarang mau ngatur cara makanku juga?" sembur Bianca. Kaos ketatnya yang be
Read more