Diana mengeluarkan kunci dari tasnya, tangannya masih terlihat sedikit gemetar karena pembicaraan serius mereka tadi. "Sering banget, Ron. Hiburanku satu-satunya setelah Mas Hermanto meninggal ya cuma ke sini buat bersih-bersih rumah. Rumah ini adalah peninggalan mendiang kedua orang tuaku yang perlu selalu dirawat. Di sini aku ngerasa lebih tenang daripada di mansion yang isinya orang-orang penuh rahasia itu."Diana membuka pintu rumahnya lebar-lebar, membiarkan aroma wangi pembersih lantai yang segar menyambut mereka. Ia menoleh ke arah Ronald dengan senyum yang lebih santai sekarang. "Ayo masuk, Ron. Jangan sungkan, anggap aja rumah sendiri."Wah, adem banget ya di sini, Di. Jauh lebih tenang dibanding dengerin omelan Bianca di meja makan," ujar Ronald sembari melangkah masuk ke ruang tamu yang tertata sangat apik."Iya, aku pecinta tanaman hias, menurun dari hobi mendiang ibuku. Rasanya kalau lihat yang hijau-hijau begini, beban pikiran di mansion langsung hilang," jawab Diana s
Read more