Ronald perlahan menarik miliknya keluar, membiarkan sisa-sisa benihnya merembes keluar di antara paha mulus Citra. Ia menghela napas panjang, mencoba menormalkan detak jantungnya yang berpacu kencang."Oooh... punyamu emang paling sempit dan enak Ci," kata Ronald sembari mengusap keringat di dahinya, wajahnya tampak sangat puas setelah ritual panas yang melelahkan tersebut.Citra mengangguk lemah, kepalanya bersandar di lengan Ronald. Matanya masih sayu dan tubuhnya terasa seperti kapas. "Asalkan kamu suka dan puas, aku ikut seneng, Ron. Aku bakal kasih apa aja yang kamu mau, asal kamu nggak lirik-lirik wanita lain di luar sana," jawabnya dengan nada manja yang masih tersisa.Ronald tersenyum, ia memiringkan tubuhnya dan mulai mengelus punggung mulus Citra dengan telapak tangannya yang hangat. "Hmm, bukan cuma suka, Ci. Aku bener-bener tergila-gila sama milik kamu ini. Rasanya bikin nagih terus," kata Ronald sembari mendaratkan kecupan di bahu Citra."Makanya, jangan pernah bosen bu
Read more