Saat Alden mengejar keluar, lorong sudah kosong. Hanya ada seekor kucing oranye yang berjongkok di sudut dinding sambil menatapnya dengan waspada."Sepertinya cuma kucing." Anika menyusul, lalu berkata pelan, "Kamu cepat kembali temani Bu Eunice. Nanti aku pulang naik taksi sendiri saja."Alden mengernyit. "Hujan sebesar ini kok naik taksi? Ikut aku saja."Anika menggigit bibir, berkata pelan, "Tapi Bu Eunice ....""Siapa yang sebenarnya suamimu?" Alden tiba-tiba mencengkeram dagunya. Suaranya rendah.Wajah Anika langsung memerah. Dengan pelan, dia menjawab, "Kamu ....""Kalau begitu, dengarkan aku." Dia menggenggam tangannya dan membawa Anika kembali ke aula konser.Saat mendorong pintu dan masuk, tampak Eunice duduk di tempat semula, mendengarkan pertunjukan dengan tenang.Alden menghela napas lega, menarik Anika duduk di sampingnya, lalu menjelaskan dengan santai, "Sayang, di luar hujan terlalu deras. Kebetulan dia juga suka dengar musik, jadi biarkan dia tetap di sini saja ya."Eun
اقرأ المزيد