Short
Menjadi Istri Bayang-bayang Dalam Pernikahan Palsu

Menjadi Istri Bayang-bayang Dalam Pernikahan Palsu

By:  AmezCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
26Chapters
4.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada tahun ketiga setelah menikah dengan Alden, akta pernikahan mereka tidak sengaja rusak karena terkena kopi. Eunice membawa dokumen itu ke kantor catatan sipil untuk mengurus penggantian. Petugas mengetik beberapa kali di depan komputer, lalu tiba-tiba mengangkat kepala dan menatapnya, "Bu, status pernikahan kamu di sistem tercatat belum menikah." Eunice tertegun sejenak karena mengira dirinya salah dengar. "Nggak mungkin, aku dan suamiku menikah di sini tiga tahun lalu." Petugas itu memeriksa lagi dan ekspresinya berubah sedikit aneh. "Di sistem memang tertulis kamu belum menikah, tapi Pak Alden tercatat sudah menikah ...." Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Di kolom pasangan, yang terdaftar adalah wanita lain bernama Anika. Kamu kenal dia?" Kepala Eunice langsung berdengung, hanya menyisakan suara nyaring yang menusuk di telinganya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Pada tahun ketiga setelah menikah dengan Alden, akta pernikahan mereka tidak sengaja rusak karena terkena kopi.

Eunice membawa dokumen itu ke kantor catatan sipil untuk mengurus penggantian. Petugas mengetik beberapa kali di depan komputer, lalu tiba-tiba mengangkat kepala dan menatapnya, "Bu, status pernikahan kamu di sistem tercatat belum menikah."

Eunice tertegun sejenak karena mengira dirinya salah dengar. "Nggak mungkin, aku dan suamiku menikah di sini tiga tahun lalu."

Petugas itu memeriksa lagi dan ekspresinya berubah sedikit aneh. "Di sistem memang tertulis kamu belum menikah, tapi Pak Alden tercatat sudah menikah ...."

Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Di kolom pasangan, yang terdaftar adalah wanita lain bernama Anika. Kamu kenal dia?"

Kepala Eunice langsung berdengung, hanya menyisakan suara nyaring yang menusuk di telinganya.

Semua orang tahu, Eunice dan Alden adalah teman masa kecil yang tumbuh bersama. Dia adalah cinta pertama yang selalu tersimpan di hati Alden dan orang yang dilindunginya dengan hati-hati sejak kecil.

Sedangkan Anika adalah sosok pengganti yang dicari Alden selama dua tahun ketika Eunice pergi ke luar negeri, karena dia terlalu merindukan Eunice.

....

Eunice menggenggam akta pernikahan palsu yang sudah rusak terkena kopi itu, lalu naik ke mobil dengan pikiran kacau. Ponselnya tiba-tiba bergetar dua kali, pesan dari Alden muncul di layar.

[ Sayang, aku batalin kerja sama senilai ratusan triliun. Aku beli mawar kesukaanmu dan kue stroberi kecil, cuma ingin cepat pulang menemanimu. Aku rindu sekali sama kamu, kamu kangen aku nggak? ]

Eunice menatap pesan itu, lalu tiba-tiba tertawa. Semakin tertawa, air mata malah mengalir di pipinya.

Selama tiga tahun ini, Alden selalu menanyakan kalimat itu setiap hari dan mengungkapkan cintanya padanya. Namun ternyata ... sejak lama dia sudah diam-diam menjadi suami sah orang lain.

Eunice teringat masa kecil mereka, saat Alden memanjat pohon setinggi tiga meter demi mengambil layang-layang untuknya, lalu jatuh hingga lengan kanannya patah, tapi tetap tersenyum sambil menyerahkan layang-layang itu padanya dan berkata, "Eunice jangan nangis, aku nggak sakit."

Eunice teringat hari ulang tahunnya yang ke-15, saat Alden berdiri di bawah hujan semalaman di depan rumahnya, hanya untuk menunggu dia bangun dan menjadi orang pertama yang mengucapkan "selamat ulang tahun" padanya.

Kemudian, dia teringat lagi saat usia 18 tahun di pesta kedewasaannya. Alden menyewa seluruh taman hiburan, lalu berlutut di bawah langit penuh kembang api dan berkata, "Eunice, tunggu aku sampai umur 22, kita menikah ya?"

Eunice teringat saat pergi ke luar negeri untuk kuliah, mata Alden memerah saat menahannya di dinding bandara. Suaranya bergetar saat berkata, "Dua tahun, aku cuma kasih kamu dua tahun. Begitu waktunya habis, aku akan datang dan menyeretmu pulang."

Selama dua tahun di luar negeri itu, dia hampir setiap hari melakukan video call.

Pernah suatu kali Eunice sibuk mengejar deadline skripsi sampai tiga hari tidak mengangkat telepon. Saat akhirnya menghubungi Alden lagi, dia baru tahu Alden sampai minum berlebihan dan masuk rumah sakit.

Di layar video, dia berkata dengan mata yang memerah, "Sayang, aku nggak bisa hidup tanpa kamu."

Eunice selalu menenangkannya, "Aku akan segera pulang, tunggu sebentar lagi."

Di saat dia pulang ke negara asal, Eunice tidak memberi tahu Alden karena ingin memberinya kejutan. Namun saat dia membuka pintu ruang VIP di sebuah klub, yang dia lihat adalah Alden sedang memeluk seorang gadis dan mencium dengan penuh perasaan.

Sisi wajah gadis itu lumayan mirip dengannya. Tas di tangan Eunice jatuh ke lantai, lalu dia langsung berbalik dan pergi.

Alden mengejarnya dengan gila-gilaan. Jika Eunice tidak mengangkat telepon, Alden akan terus mengirim pesan. Jika Eunice tidak mau menemuinya, Alden ia berdiri di bawah hujan di depan apartemennya, menjelaskan berulang kali.

"Bukan seperti yang kamu pikirkan!"

"Selama ini kamu nggak izinin aku datang menemuimu. Aku terlalu merindukanmu, jadi aku mencari pengganti ...."

"Aku bersumpah, cuma peluk dan cium saja, nggak melakukan hal lain!"

"Eunice, aku salah, tapi aku benar-benar mencintaimu ...."

Akhirnya, Alden berdiri di tengah hujan selama tiga hari tiga malam. Dia demam tinggi sampai terkena pneumonia dan pingsan. Bahkan setelah dibawa ke rumah sakit pun dia tidak mau pergi, barulah hati Eunice luluh dan memaafkannya.

Setelah itu, Alden tetap memperlakukannya sebaik dulu. Sampai setelah menikah, Eunice menemukan bahwa asisten di sisi Alden telah diganti menjadi Anika. Sosok "pengganti" yang katanya sudah diusirnya.

Alden kembali menjelaskan, "Orang tuanya sedang sakit, di luar negeri juga nggak bisa adaptasi sama lingkungan. Dia menangis memohon ingin kembali ke ibu kota .... Dia melamar sebagai asistanku, aku sama sekali nggak tahu."

"Kemampuan kerjanya bagus dan dia lolos berbagai seleksi, aku nggak bisa sembarangan memecatnya."

Jadi, Eunice sekali lagi memilih untuk menahan diri. Tak disangka, menahan diri terus-menerus malah membuat dirinya menjadi lelucon terbesar.

Saat mobil masuk ke kawasan vila, air mata Eunice sudah kering. Dia menarik napas dalam. Baru saja hendak membuka pintu masuk, dia mendengar percakapan Alden dengan salah satu temannya dari ruang tamu.

"Aku baru saja ke rumah sakit, Anika nggak apa-apa, cuma luka ringan. Kamu tenang saja temani Eunice di rumah."

Alden bersandar di sofa, dua kancing kemeja hitamnya terbuka dan kaki panjangnya disilangkan. Dia mengerutkan kening dan memadamkan rokok di tangan temannya, sambil berkata dengan suara dingin, "Sudah berapa kali aku bilang, datang ke rumahku nggak boleh merokok. Eunice nggak suka bau asap."

"Iya iya, suami bucin." Temannya tertawa menggoda, "Tapi aku benar-benar nggak mengerti, kamu jelas-jelas cinta sekali sama Eunice, waktu itu kenapa harus menikah sama Anika? Jujur saja, apa kamu memang nggak cuma menganggapnya sebagai pengganti?"

Suasana menjadi hening beberapa detik. Lalu suara rendah Alden terdengar, "Memangnya kenapa kalau begitu? Dulu aku juga mengira dia cuma pengganti, begitu Eunice kembali aku nggak akan butuh dia lagi."

"Tapi setelah dia dikirim ke luar negeri, hampir setiap malam aku memimpikannya."

"Belakangan aku benar-benar nggak tahan dia nggak ada di sisiku, jadi aku menjemputnya kembali dan menempatkannya sebagai asistenkku. Aku nggak bisa hidup tanpa Eunice, tapi Anika ... aku juga nggak bisa melepaskannya."

"Eunice bisa menikmati cintaku secara terang-terangan, sementara Anika hanya bisa berada di balik bayangan. Memangnya kenapa kalau aku ngasih dia status sebagai kompensasi?"

Temannya menghela napas, "Kamu nggak takut Eunice tahu? Dengan sifatnya, kalau sampai ketahuan, dia nggak bakal balik lagi bahkan kalau kamu mati sekalipun."

Alden terdiam sejenak dan jakunnya bergerak, "Kalau begitu, jangan biarkan dia tahu selamanya."

Eunice berdiri di luar pintu. Dia hanya merasa seluruh darah di tubuhnya seakan membeku. Dia mengira dirinya akan runtuh dan menangis, tapi ternyata bahkan air matanya pun sudah tidak bisa keluar lagi.

Ternyata, seperti ini rasanya sakit yang paling dalam.

Seolah-olah jantungnya dicabut dengan paksa, tapi masih harus terus berdetak.

Eunice teringat tadi pagi sebelum Alden pergi, dia masih mencium kening Alden dengan lembut. Dia teringat setiap kali Alden pulang mabuk setelah acara, dia selalu memeluk Eunice sambil bergumam, "Sayang, aku nggak bisa hidup tanpa kamu." Dia teringat bagaimana Alden menghangatkan tangan dinginnya di dada dan mengatakan bahwa jantungnya hanya berdetak untuk Eunice.

Ternyata semuanya palsu.

Sepanjang perjalanan pulang tadi, dia masih berpikir mungkin ada alasan yang tidak dia ketahui. Sekarang baru dia sadar, Alden hanya jatuh cinta pada dua orang sekaligus.

Yang diinginkan Alden bukan memilih salah satu, melainkan adalah tetap mempertahankan keduanya.

Baiklah.

Alden takut dirinya tahu, bukan? Eunice bertekad untuk membuat Alden mengerti, apa arti sebenarnya dari "tidak akan pernah menoleh lagi". Dia berbalik dan pergi untuk melakukan dua hal ....

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

desiree
desiree
bagus banget beritanya ... manis tapi juga menusuk ......
2026-04-10 04:08:46
0
2
26 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status