Di dalam kantor Alden, cahaya lampu tampak dingin dan pucat.Di depannya terbentang banyak dokumen, termasuk bagaimana selama ini Anika diam-diam mengadu domba antara dirinya dan Eunice. Di antara itu, ada pula setumpuk berkas dari detektif swasta.Foto, rekaman suara, catatan transfer, bahkan kesaksian para "preman" waktu itu."Yang menyewa kami itu Bu Anika. Katanya cuma akting. Bayarannya cukup besar ....""Dia minta kami pura-pura mengganggunya, sebenarnya kami nggak berniat melakukan apa pun ....""Dia bilang asal Pak Alden percaya, nanti ada bayaran tambahan ...."Buku jari Alden memutih saat mengepal. Emosi gelap bergejolak di matanya.Dari awal sampai akhir, semuanya adalah sandiwara yang disusun sendiri oleh Anika. Sementara dia, dengan tangannya sendiri, mendorong orang yang paling dia cintai ke dalam jurang.Saat Anika diantar masuk oleh pengawal ke dalam kantor, wajahnya masih membawa senyuman manja. "Alden, kenapa mencariku sepagi ini ...."Belum selesai berbicara, setumpu
Read more