Beberapa hari kemudian, Eunice tiba-tiba menerima sebuah video dari nomor tak dikenal.Di dalam video, Alden berlutut di tangga batu yang curam, dahinya menempel pada batu hijau, dan bersujud setiap tiga langkah. Jejak darah merah gelap berkelok di tangga karena lututnya yang terluka.Itu adalah kuil tempat dulu Eunice memohon tasbih untuknya.Suara latar adalah suara asisten yang melapor pelan, "Pak Alden sudah berlutut selama tiga hari. Kepala kuil bilang dia sedang memohon ...."Eunice mematikan video.[ Hapus saja. Ke depannya, urusannya nggak perlu dilaporkan lagi. ]Dia berjalan ke brankas, mengambil sebuah surat pengalihan saham. Setelah menandatangani, dia sempat berhenti, lalu menarik selembar kertas catatan.Pulpen terhenti lama di udara, lalu akhirnya dia menulis dua kata.[ Sudah lunas. ]Saat Alden menerima dokumen itu, dia sedang berbaring di ruang meditasi kuil. Dia demam tinggi, keadaannya setengah sadar.Kepala kuil menghela napas, menyerahkan teh hangat. "Pak, keterik
Read more