Suasana di dalam kamar tidur utama kini terasa sangat tenang, kontras dengan keriuhan aktivitas sosial yang baru saja mereka selesaikan di area toko tadi. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung menatap lembut ke arah Vina, istrinya yang sedang merapikan tempat tidur dengan gerakan yang sangat anggun. Kamar itu kini menjadi tempat pelarian paling aman bagi mereka berdua, sebuah oase di tengah padatnya rutinitas sebagai pengelola ruko kelontong rukun warga yang baru saja sukses membagikan berkat bagi banyak orang."Setelah semua urusan voucher belanja tadi selesai, rasanya beban di pundak jantan saya ini benar-benar hilang, Istriku Mbak Vina," ucap Madun dengan suara berat yang penuh kasih. Ia mendekati Vina, membiarkan jemarinya yang kekar menyentuh bahu istrinya dengan penuh kelembutan seorang lelaki sejati. Vina membalikkan tubuh, menampilkan wajahnya yang berseri-seri, membuat detak jantung Madun kembali berpacu lebih kencang dari sebelumnya.Visu
Read more