"Alhamdulillah, luka serempetan peluru kemarin sudah kering total setelah dirawat dua hari di puskesmas kelurahan, sekarang saatnya kita menggelar acara selamatan makan besar bersama seluruh rukun warga and bapak polisi fajar ini!" seru Madun lantang sambil mengangkat sebuah kuali raksasa berisi gulai kambing sendirian tanpa bantuan alat dongkrak. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang beton pasar, meresapi suasana pesta syukuran yang murni, adem, dan tulus atas kemenangan desa mereka melawan ancaman sabotase pengusaha swasta lintas kecamatan."Mas Madun jantan sejati, ini potongan tumpeng pertama harus diserahkan kepada komandan polisi sebagai simbol ucapan terima kasih karang taruna kita!" puji Lastri yang berjalan interaktif mendekati meja utama balai desa sambil membawa nampan anyaman bambu. Gadis desa berkulit bersih itu sengaja memajukan langkah gemulainya hingga lekuk tubuhnya yang
Magbasa pa