Desis gerimis subuh di luar ruko kelontong rukun warga semakin menambah syahdu suasana ronde kedua yang sedang berjalan menuju puncaknya. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang beton pasar, memacu seluruh sisa tenaga jantan sejatinya di atas meja kasir demi memberikan kepuasan lahir batin yang murni, adem, dan tulus untuk istri tercinta."Ayo Istriku Mbak Vina, sedikit lagi kita akan mencapai puncak kebahagiaan rumah tangga kita fajar ini, tahan sebentar ya, cyiiinnn!" seru Madun lantang dengan suara berat yang sangat interaktif membakar semangat. Otot perut kotak-kotak penuh urat jantan sejati milik Madun nampak berkilau basah oleh peluh kebahagiaan kuli panggul pasar tiga ton, bergerak harmonis berirama di sela-sela jepitan kedua paha mulus Vina yang sudah terkunci rapat sejak subuh tadi.Namun, tepat pada detik-detik paling krusial saat kehangatan asmara mereka sudah berada di ujung ta
Read more