"Waduh, gawat! Madun, Rini! Pak Bos beneran bangun!" bisik Siska sambil kelabakan menarik daster satin ungunya yang tadi melorot sampai pinggang. Visual Siska dalam kondisi panik benar-benar luar biasa; dadanya yang montok bergoyang hebat saat ia berusaha merapikan rambutnya yang acak-acakan."Tuh kan! Aku bilang juga apa, obat tidurnya kurang dosisnya, Bu Bidan!" Rini menggerutu pelan sambil menarik kancing daster merahnya yang sempat lepas satu. Rini berdiri dengan kaki jenjangnya yang mulus, kulit kuning langsatnya tampak berkeringat tipis di bawah temaram lampu minyak.Madun yang masih bertelanjang dada memperlihatkan otot perutnya yang kotak-kotak segera menyambar celananya. "Sudah, jangan saling menyalahkan! Rin, kamu lewat celah karung sebelah kiri. Bu Bidan, lewat pintu belakang gubuk! Saya mau pura-pura lagi latihan angkat beban!""Angkat beban apa malam-malam begini, Madun?" tanya Siska sambil mencubit gemas lengan kekar Madun."Angkat beban rindu, Bu! Sudah, cepat perg
Terakhir Diperbarui : 2026-05-03 Baca selengkapnya