"Mas Madun! Baru pulang kerja ya? Kok badannya basah semua gitu, habis berenang di karung beras?" tanya sebuah suara lembut yang bikin jantung Madun nyaris melompat keluar dari dada bidangnya. Madun menoleh. Di depan pagar rumah tetangganya, berdiri Desi. Anak Pak RT yang baru lulus SMA itu benar-benar punya visual yang bikin pria sekampung meriang. Wajahnya ayu tenan, dagunya lancip, hidungnya mancung, dan matanya teduh mirip sekali dengan Dian Sastro waktu masih muda. Sore itu, Desi cuma pakai daster batik pendek tanpa lengan. Visual bahunya yang putih bersih dan mulus kena sinar matahari sore benar-benar menyilaukan mata Madun yang biasanya cuma lihat debu pasar. "Eh, Neng Desi. Iya nih, baru selesai bongkar muat dua truk. Biasalah, keringat laki-laki, Neng," jawab Madun sambil pamer otot lengan yang uratnya menonjol seperti kabel listrik. Desi tertawa kecil, tangannya menutup mulut dengan gaya yang sangat anggun. "Ih, Mas Madun pamer otot ya? Tapi emang sih, otot Mas maki
Terakhir Diperbarui : 2026-05-10 Baca selengkapnya