Fajar menyingsing perlahan di ufuk timur, mengusir sisa-sisa pekat malam dan membawa serta udara pagi yang sejuk segar khas pedesaan. Di rumah petak berbilik bambu milik Madun, cahaya matahari keemasan menerobos celah-celah dinding kayu, menyinari ruangan sederhana yang malam tadi menjadi saksi bisu mimpi panjang yang begitu melelahkan.Madun terbangun dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Rasa lapar yang sempat mencengkeram perutnya semalam kini seolah berganti dengan energi positif yang luar biasa. Ia duduk di tepi ranjang usang, meraba dadanya yang bidang dan menarik napas dalam-dalam. Tidak ada lagi debar jantung ketakutan karena kejaran preman berjas hitam, tidak ada lagi bayang-bayang pertumpahan darah di kawasan niaga yang megah. Yang ada di hadapannya sekarang adalah kenyataan yang tenang, damai, dan penuh kesempatan untuk memperbaiki hidup secara halal.Di sampingnya, Sarah masih terlelap dalam posisi miring, mengenakan daster katun usang bermotif bunga kusam. Wajah istr
Read more