Matahari telah naik sepenggalah, memancarkan sinarnya yang terik dan membakar ubun-ubun di atas perbukitan. Di dalam gua tersembunyi yang menjadi tempat persembunyian mereka semalaman, udara dingin sisa hujan badai perlahan berganti dengan kehangatan hari yang baru. Madun berdiri di dekat mulut gua, merapikan pakaiannya yang telah kering, sementara Nabila berdiri tepat di belakangnya, menatap punggung bidang sang pria dengan binar mata yang menyiratkan rasa kagum sekaligus ketergantungan mutlak.Namun, ketenangan di atas tebing batu itu tidak mungkin berlangsung selamanya. Di kejauhan, dari arah jalan setapak bawah bukit, samar-samar terdengar suara teriakan beberapa orang warga yang memanggil nama Nabila bersahut-sahutan. Gema suara itu terbawa angin pagi, menandakan bahwa pencarian massal yang dipimpin oleh Pak RT dan para tetua desa belum juga surut, bahkan semakin mendekati area kaki bukit.Madun menoleh ke belakang, menatap wajah Nabila yang mendadak sedikit menegang mendengar
Read more