Edward tersenyum kikuk. Senyuman itu tampak dipaksakan, terlalu cepat muncul, terlalu kaku untuk benar-benar terlihat tulus. Matanya sempat melirik ke arah Leon, lalu ke Magnus, dan akhirnya berhenti sejenak pada Magnolia, seolah menimbang situasi yang semakin sulit dikendalikan."Maaf... Sepertinya ada sedikit kesalahpahaman di sini. Karena itu, aku minta izin untuk mengobrol berdua dengan anakku sendiri." Nada suaranya sopan. Namun di balik itu, ada urgensi yang tidak bisa disembunyikan.Tanpa menunggu persetujuan, Edward langsung meraih tangan Elyana. Genggamannya hangat, namun kuat, seolah takut kehilangan kendali jika ia melepaskannya.Elyana sedikit tersentak, namun tidak melawan. Tubuhnya ditarik masuk kembali ke dalam kamar tamu. Pintu ditutup dengan cepat. Suara kunci yang menutup terasa jauh lebih keras dari seharusnya. Meninggalkan Leon, Magnus, dan Magnolia di luar.Dan kini, hanya mereka berdua."Elyana..." Suara Edward terdengar lebih rendah sekarang, hampir seperti bis
Terakhir Diperbarui : 2026-03-27 Baca selengkapnya