"Te- tentu saja tidak, Yang Mulia!" jawab Mariana. Suaranya bergetar, tidak mampu menyembunyikan kepanikan yang tiba-tiba mencengkeram dadanya. Jantungnya berdetak begitu keras hingga terasa menyakitkan, terutama saat ia menyadari tatapan Leon yang menembus dirinya tanpa ampun.Melalui pantulan cermin, Mariana bisa melihat dengan jelas sorot mata itu. Tajam, dingin, dan penuh selidik. Seolah setiap gerak-geriknya sedang diukur, setiap kata yang keluar dari mulutnya sedang diuji kebenarannya."Lagi pula... Bukankah yang mengatakan bahwa aku hamil adalah... Tabib pribadi keluarga Duke?" tanyanya, berusaha mencari pegangan.Kata-kata itu keluar terbata, seperti seseorang yang sedang meraba dalam gelap, berharap menemukan sesuatu yang bisa menyelamatkannya dari situasi yang menekan. Leon menarik napas panjang.Suara itu terdengar berat, seolah menahan sesuatu yang lebih dalam. Perlahan, ia melepaskan pelukannya dari Mariana. Kehang
Read more