Hampir dua jam lamanya menaiki bus AC, kedua orang tua Sri turun di persimpangan di sebuah kabupaten, membuat Sri bingung bagaimana harus mengikuti keduanya. Jika dia ikut turun saat itu juga dan terlihat oleh kedua orang tuanya, bapaknya pasti akan marah besar. “Pak, turunin saya agak depan, ya,” pinta Sri pada sopir sambil mendekat saat bus kembali melaju. “Agak depan di mana?” tanya sopir itu. “Di sana aja,” tunjuk Sri pada sederet ruko yang bersebelahan dengan bank. “Lho, kenapa nggak turun sekalian sama dua orang tadi?” tanya sopir heran dan hampir marah, karena saat itu jalanan cukup ramai. “Ini dekat, lho, jaraknya.” “Maaf, Pak. Saya baru ke sini lagi, jadi lupa. Hampir aja nyasar,” jawab Sri asal, membuat sopir itu sedikit merasa kasihan. “Neng emangnya mau ke mana?” tanya sopir itu sambil menghentikan bus karena mereka telah sampai di ruko yang ditunjuk Sri. “Saya mau nyari bapak saya, Pak. Yang udah ninggalin saya sejak kecil. Kalau nggak salah, dulu rumahnya
Last Updated : 2026-03-22 Read more