Sri berjalan dengan langkah berat meninggalkan gedung apartemen. Jam di ponselnya sudah menunjukkan waktu pukul 19.18. “Ibu pasti nungguin aku,” gumamnya perlahan sambil menghentikan sebuah angkot yang melintas di depannya dan segera naik. Sekitar dua puluh menit kemudian, dia tiba di rumah dan langsung membersihkan diri, lalu menyiapkan pelajaran untuk esok serta mencari beberapa dokumen di kamar ibunya. Setelah apa yang dibutuhkannya lengkap, dia segera pergi ke rumah sakit dengan menaiki angkot. “Sri, kok kamu lama, sih? Udah jam berapa ini. Ibu udah nungguin kamu dari tadi,” gerutu pak Surya begitu Sri tiba di ruang rawat inap ibunya. “Maaf, Pak, ada pekerjaan tambahan,” jawab Sri sambil mendekati ibunya. “Maafin aku, ya, Bu. Aku telat datangnya.” “Nggak apa-apa, Nak. Tadi gimana di sana? Den Sagara mecat ibu, nggak? Dia marahin kamu, nggak?” tanya bu Sulastri dengan wajah khawatir. “Nggak, Bu, dia nggak marah,” jawab Sri menenangkan sambil duduk di kursi dekat ranjang pasi
続きを読む