Nicolle tidak langsung menjawab. Dia menatap mata putrinya beberapa detik, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Aveline dan berbisik.Aveline membulatkan kedua matanya. Tidak percaya, tetapi juga tidak bertanya lebih lanjut.Dua jam berlalu dengan rutinitas yang membuat Nicolle sedikit bisa bernapas normal.Nicolle membantu Aveline mandi, memilihkan baju, dan menyisir rambut hitam panjangnya. Hal-hal kecil yang biasanya diurus oleh Mia.Setelah Aveline kembali masuk ke ruangan Mikaela, Nicolle melangkah ke sudut koridor dan menghubungi Mia.“Halo, Bi,” sapa Nicolle begitu panggilannya diterima. “Sudah sampai mana? Aveline sudah siap dijemput.”“Bu Dokter, maaf saya masih di sekitar rumah,” jawab Mia terdengar sedikit tidak enak. “Saya coba cari tukang ojek atau taksi dari tadi, tidak ada yang lewat, Bu. Bagaimana ini?”Nicolle mendesah pelan.Seumur hidupnya yang lahir dan besar di ibu kota, kesulitan mendapatkan transportasi umum belum pernah benar-benar masuk dalam daftar masalah ya
Last Updated : 2026-05-06 Read more