Panggilan itu sudah terputus, tetapi suara Vance masih bergema di kepala Nicolle. “Aku akan segera mengirimkan Benteng untuk membawa Senja ke rumahku.” Nicolle masih berdiri membeku di sudut luar bengkel. Dia mencengkeram ponsel begitu erat hingga buku-buku jarinya memucat. Dada Nicolle naik turun dengan cepat. Emosi, takut, marah, dan panik bercampur menjadi satu, membuat tenggorokannya terasa sesak. Nicolle menutup mata sejenak, lalu menarik napas panjang. Dia tidak bisa membiarkan Aveline berada jauh darinya. Nicolle membuka mata dengan sorot yang berubah lebih tegas. Tanpa menunggu lebih lama, dia berbalik dan melangkah cepat kembali ke dalam bengkel. Suara dengung mesin dan ketukan logam kembali menyambutnya. Montir yang tadi masih sibuk membersihkan bagian bawah jok menoleh heran. “Permisi,” ucap Nicolle, “saya harus pergi sekarang.” “Tapi pembersihannya belum selesai, Bu.” Pria itu mengernyit bingung. Nicolle menggeleng. “Tidak apa-apa,” sahut Nicolle singkat. Beber
Terakhir Diperbarui : 2026-04-29 Baca selengkapnya