"Huek, huek...." Mencium aroma parfum murah dari tubuh Atika, perut Rain seketika bergejolak dan mual. Spontan, wanita hamil itu menutup mulutnya. "Astaga, Sayang. Kamu mual?!" Refleks, Satria yang duduk bersandar di atas ranjang, melompat turun dan merengkuh tubuh Rain, tepat di hadapan ibu, ketiga adiknya dan juga Tono. "Tika, tolong ambilin minyak angin di dalam tas itu!" tunjuk Satria pada tas Rain yang berada di atas meja. Tanpa kata, Atika mengangguk dan bergerak cepat, mengambil tas Rain dan mengeluarkan sebotol minyak telon dari sana. Lalu memberikannya pada Satria. Rain yang tak tahan menahan gejolak di perutnya, mendorong dada Satria dan berlari menuju toilet yang ada di ruangan VIP tersebut. "Sayang...." panggil Satria sambil menyusul langkah Rain yang memasuki toilet. Di dalam toilet itu, Satria yang tubuhnya babak belur, membantu Rain mengusap tengkuk dan punggungnya untuk mengurangi rasa mual yang tiba-tiba melanda. Sedangkan di luar, Bu Yohana terlihat merenung
Read More