"Ya ampun, Nyonya sengaja ya? Mau balas dendam sama saya?" Satria yang disembur oleh cairan kenikmatan Rain yang hangat, berbicara sembari mengusap wajahnya yang basah dan lengket menggunakan baju kaos yang dipakainya. Sedangkan Rain yang baru saja mencapai puncak kenikmatan, menyandarkan punggungnya pada sofa. Tubuhnya yang sempat menegang, kini melemas dan seperti tak berdaya. Deru napasnya tersengal, sedangkan matanya menatap sayu. "Huh, Satria...." Rain menyebutkan nama Satria sambil menggigit jari telunjuknya sendiri. Di atas sofa, ia yang duduk bersandar itu merapatkan kedua pahanya yang semula terbuka lebar. Sedangkan dadanya kempang kempis, naik turun tak beraturan. Satria yang membersihkan wajahnya, membuka baju kaos yang di pakainya. Lalu, merebahkan tubuhnya yang terasa panas dan berkeringat di lantai granit yang dingin. "Huh, huh...." Di lantai itu, Satria menarik napas panjang, lalu membuangnya perlahan. Dan, ia melakukannya secara berulang-ulang untuk mengur
Last Updated : 2026-04-12 Read more