Satria yang baru saja sadar dari pingsannya, duduk bersandar pada kepala ranjang pasiennya. Wajahnya yang babak belur, membuatnya terlihat sangat jelek. Bahkan, matanya yang sipit kini menjadi semakin sipit karena bengkak di pipi dan pelipisnya. "Aakk, ayo buka mulutnya. Satu suap lagi, habis itu istirahat!" kata Rain yang duduk di kursi samping ranjang. Di pinta untuk membuka mulut dan menerima suapan yang diberikan, Satria menggelengkan kepalanya. "Ayo, sekali lagi biar kenyang dan cepet pulih!" Satria kembali menggeleng, tak mau menerima suapan itu. Sebenarnya bukan tak mau, tetapi bibirnya yang pecah akibat di bogem oleh ketua geng motor semalam, terasa sakit dan sangat perih. Melihat Satria kembali menggeleng, Rain menghela napas pelan. "Beneran udah kenyang?" tanyanya. Satria mengangguk pelan. "Mulutnya susah di buka, bibirku perih...."Pemuda itu berbicara dengan pelan, saking pelannya lebih layak disebut sebagai gumaman. "Ya udahlah kalau udah kenyang," kata Rain. "Oiy
Last Updated : 2026-04-23 Read more