مشاركة

31. PPPN

مؤلف: Callme_Tata
last update تاريخ النشر: 2026-04-12 18:03:43
"Ya ampun, Nyonya sengaja ya? Mau balas dendam sama saya?"

Satria yang disembur oleh cairan kenikmatan Rain yang hangat, berbicara sembari mengusap wajahnya yang basah dan lengket menggunakan baju kaos yang dipakainya.

Sedangkan Rain yang baru saja mencapai puncak kenikmatan, menyandarkan punggungnya pada sofa.

Tubuhnya yang sempat menegang, kini melemas dan seperti tak berdaya. Deru napasnya tersengal, sedangkan matanya menatap sayu.

"Huh, Satria...." Rain menyebutkan nama Satria sambil
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   103. PPPN

    Di ruangan khusus tempat Nyonya Laras di rawat selama ini, tampak wanita separuh baya yang mengalami gangguan jiwa itu tak hentinya menjerit-jerit, menolak meminum obat penenang yang diberikan suaminya dan dokter. "Ayo diminum dulu obatnya, nanti setelah minum obat baru main lagi!" Tuan Arya berbicara pelan, berusaha membujuk istrinya yang sejak tadi tak hentinya tantrum dan mengamuk. Namun, Nyonya Laras yang berlari-lari di dalam ruangan khusus itu tak merespon perkataan suaminya. Yang ada, ia malah semakin tantrum tak terkendali. "Ayo, minum dulu obatnya!" kata Tuan Arya lagi, kembali berbicara pelan dan lembut pada istrinya. "Gak mau, gak mau minum obat! Aku mau nungguin Mandala, kalau dia udah datang baru minum obat sama-sama!" kata Nyonya Laras, menjerit pada Tuan Arya yang memaksanya minum obat. Mendengar perkataan istrinya yang tak henti menyebutkan nama putra mereka yang hilang 20 tahun silam, Tuan Arya menarik napas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Melihat keadaan

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   102. PPPN

    "Kamu mau gak tinggal di sini lagi kayak dulu?" Satria yang merapikan kasur di lantai, mengangkat wajahnya dan menoleh pada Rain yang berbicara. "Kamu ngomong apa?" tanya Satria dengan kening berkerut, tak jelas mendengar perkataan yang diucapkan Rain. Di tengah-tengah ranjang, Rain yang tubuhnya telanjang bulat itu menggigit bibir, sedangkan sepasang matanya menatap Satria yang juga menatapnya. Merasa perkataanya tidak di dengarkan, Rain pun menggelengkan kepalanya pelan. Ia yang saat ini sedang mengandung, berubah menjadi sosok yang sensitif dan mudah sekali merajuk. "Ngomong apa tadi, aku gak terlalu denger. Tinggal apa? Hmm!" Satria kembali bertanya sembari melangkah mendekat dan duduk di pinggiran ranjang. Bibir pemuda itu bertanya sedangkan tangannya bergerak, menyentuh dagu Rain dengan lembut. Ditanya, Rain kembali menggelengkan kepalanya. "Gak ada, lupain aja," katanya. Melihat respon dan sikap Rain yang begitu berbeda dengan Rain yang dikenalnya sebel

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   101. PPPN

    Di depan ruangan IGD di sanalah kini Andrean berada. Ia mondar mandir seperti setrikaan di depan ruangan tersebut, menunggu kabar dari dokter dan perawat yang menangani ibunya. Wajah pria itu terlihat tegang dan cemas, takut terjadi hal buruk pada Bu Sela yang mendadak hilang kesadaran beberapa waktu lalu. "Semoga keadaan mama baik-baik aja," gumam Andrean sembari memejamkan matanya sesaat. Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, berusaha menetralkan perasaannya yang sedang kacau. Di saat sedang kacau dan mengalami kesulitan seperti saat ini, biasanya Rain yang selalu menemani dan memberikan semangat pada pria itu. Namun kini ia sendiri dan tak ada yang perduli. "Seandainya ada kamu, semuanya pasti gak akan kayak gini, Rain. Aku bener-bener nyesel udah nyakitin kamu," ucap Andrean dengan pelan. Saking pelannya, suaranya lebih layak disebut sebagai gumaman. Beberapa saat kemudian, pintu ruangan IGD terbuka dan tampaklah dokter yang keluar dari ruangan tersebut

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   100. PPPN

    "Ouch... aku udah gak tahan, aku ke-ke-keluar, Sayang...." Tubuh Rain menegang hebat di atas ranjang. Napasnya memburu, sedangkan jemarinya mencengkeram seprai kuat-kuat. Pemanasan gila yang dilakukan Satria benar-benar membuatnya kehilangan kendali.Cairan hangat yang cukup banyak keluar dan muncrat begitu saja, membuat Rain menggigit bibirnya dan memejamkan mata. Dada wanita yang tengah hamil muda itu naik turun dengan cepat, sedangkan tubuhnya yang semula menegang, kini melemas perlahan.Melihat banyaknya cairan hangat yang keluar dari milik Rain, Satria terdiam sesaat. Ia meneguk ludah dengan kasar sedangkan sepasang matanya tak lepas dari milik Rain yang berkedut-kedut. Beberapa saat kemudian, Satria tiba-tiba tertawa sambil menepuk pelan paha putih mulus Rain. "Segitu enaknya ya? Sampe squirting kayak gini?" kata Satria menggoda.Rain yang merasakan lemas setelah melakukan pelepasan penuh kenikmatan itu, hanya merespon perkataan Satria dengan gelengan kepala. Sebenarnya, wa

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   99. PPPN

    Di kediaman Damara, Andrean dibuat panik oleh Bu Sela yang tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan berakhir hilang kesadaran. Dengan wajah memerah karena panik dan mata melotot, Andrean mendekati ibunya yang hilang kesadaran dengan punggung bersandar pada punggung sofa. "Ma, bangun... Mama kenapa?" kata Andrean sembari merengkuh tubuh Bu Sela dan menepuk-nepuk pipinya, berusaha membangunkan ibunya yang hilang kesadaran.Bu Sela yang benar-benar hilang kesadaran, tentu tak merespon teriakan panik Andrean. Bahkan tak bergerak sama sekali."Pelayan!" seru Andrean pada pelayan yang ada di rumahnya. "Supir, siapkan mobil!" lanjutnya. Tak butuh waktu lama, para pelayan dan supir keluarga Damara berlarian mendekat, menghampiri majikan mereka yang memanggil. Melihat Nyonya majikan mereka hilang kesadaran, para pelayan dan supir pun terkejut, mereka semua kaget dan bertanya-tanya saat melihatnya. "Astaga, Nyonya kenapa, Tuan?" "Apa yang terjadi sama Nyonya besar?""...." "Cepat siapkan mo

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   98. PPPN

    Di dalam mobilnya, Tasya tak hentinya tertawa seperti orang gila. Gadis tua itu menertawakan Rain dan Satria yang dikerjainya. "Haha... sekarang mereka pasti udah ketemuan! Salah sendiri otaknya sama-sama lemot!" kata Tasya. Rain dan Satria yang terjerat hubungan rumit, tetapi Tasya yang heboh. Bahkan dengan sengaja membohongi Satria agar bisa berdekatan dengan sahabatnya. "Semoga aja setelah ketemu kali ini hubungan mereka membaik. Jengkel banget lihat mereka yang saling suka tapi diem-dieman dan bikin sakit diri sendiri!" Tasya berharap, hubungan Satria dan Rain membaik setelah ini. Sebagai sahabat sekaligus saudara satu-satunya yang dimiliki Rain, ia ingin saudaranya itu bahagia dengan pria yang dicintai juga mencintainya. "Kalau kali ini masih tetap gak berhasil, aku bakal coba cara yang lebih ekstrem lagi besok!"***"Aku temenin, mau?"Degh! Kalimat tawaran yang keluar dari bibir Satria membuat jantung Rain berdetak dua kali lebih cepat.Wanita yang sedang hamil muda itu k

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status