Di dalam keheningan kamar tamu agung yang mewah, Helena melangkah mendekati sebuah lemari pakaian besar berbahan kayu mahoni berukir emas yang berdiri anggun di sudut ruangan.Setelah kepergian Arthur ke London subuh tadi, rasa penasaran akhirnya mendorong dirinya untuk membuka pintu lemari tersebut. Begitu kedua pintu kayu berat itu terbuka, gerakan tangan Helena seketika terhenti.Helena berdiri membeku dengan mulut menganga lebar, sepasang mata kecokelatannya menatap tak percaya pada barisan gaun-gaun baru yang tergantung rapi di dalamnya.Ada puluhan gaun dengan berbagai macam warna lembut, mulai dari hijau sage, biru pastel, hingga kain wol kasual berwarna krem yang dirancang khusus untuk pakaian sehari-hari.Potongannya begitu elegan, terbuat dari bahan katun premium dan sutra ringan yang tidak berlebihan namun memancarkan kelas aristokrat yang tinggi."Bagaimana bisa ...?" Helena bergumam lirih, jemarinya bergerak lambat menyusuri kelembutan kain-kain tersebut. "Kapan Arthur se
Read more