"Kau menghancurkan segalanya, Arthur! Hidupku, namaku, martabat keluargaku! Kau melumatnya tanpa sisa!" jerit Selene. Suaranya melengking tinggi, bergema mengerikan di sepanjang koridor penginapan yang gelap.Selene yang frustrasi dan gila karena kehilangan segalanya menyerang Arthur dengan membabi buta. Gaun malamnya yang kusut berkibar seiring draf langkahnya yang tak beraturan.Bilah belati di tangannya terayun beringas, mengincar draf dada atau leher pria yang kini dia pandang sebagai sumber dari segala kutukan dalam hidupnya.Air mata kemarahan mengalir di pipinya yang pucat, dan matanya memancarkan draf kegilaan murni dari seorang wanita aristokrat yang telah jatuh ke draf titik terendah."Minggir, Selene!" bentak Arthur.Arthur tidak menunjukkan draf keraguan sedikit pun. Dengan gerakan taktis yang cepat dan presisi militer, dia berkelit ke samping, membiarkan ujung belati Selene menebas udara kosong.Sebelum mantan istrinya itu sempat menarik kembali senjatanya, tangan kekar A
Read more