Darman menghela napas. Ia tidak suka jawaban itu, tetapi ia tahu Leo benar. Restoran meminta tambahan, Livia sedang pemulihan, Kevin butuh rumah tenang, dan pekerja lama tidak bisa menanggung semua pekerjaan luar sendirian. Andika membuka halaman baru dan menulis judul kecil: pekerja uji. Di bawahnya ia membuat kolom nama, asal, alasan datang, pengalaman kerja, siapa yang mengenalkan, hasil uji, dan pertanyaan mencurigakan. Orang pertama yang dipanggil adalah Yudi Pan, pria muda kurus dengan pakaian lusuh. Ia menunduk sopan dan berkata bahwa keluarganya kekurangan beras setelah ayahnya sakit beberapa hari. “Aku bisa mencuci wadah, mengangkat air, atau menjemur tampah,” kata Yudi. “Aku tidak minta masuk bagian dalam. Aku hanya butuh upah harian.” Leo menatap tangannya. Telapak tangan Yudi kasar, kukunya kotor tetapi bukan karena malas, melainkan karena sering bekerja di ladang
Leer más