Menjelang waktu yang tercatat dalam daftar tamu, Leo tiba di kantor pemerintah Kota Ardhana membawa map berisi catatan usaha, data, serta pertanyaan yang sudah disusun sejak Jatiraya. Tak-tak-tak mesin ketik terdengar dari ruang administrasi, bercampur gesekan lembar berkas dan langkah sepatu pegawai yang hilir mudik di sepanjang lorong. Leo menyerahkan identitas serta tujuan kedatangannya kepada petugas meja depan, kemudian menunggu tanpa meminta perlakuan khusus meskipun urusannya berkaitan dengan pabrik besar. “Nama Anda sudah tercatat, Pak Leo, silakan duduk sebentar sampai Pak Yakup menyelesaikan urusan sebelumnya,” ujar pegawai itu sambil memeriksa daftar tamu. Leo menerima kembali identitasnya dan menjawab, “Baik, saya tunggu di sini saja, tidak perlu mengubah urutan karena urusan saya.” Map di pangkuannya kembali dibuka setelah ia duduk, lalu ujung
Ler mais