Leo menerima penjelasan Livia tanpa meminta rincian tambahan, lalu memandang Adrian yang masih berdiri dengan bahu sedikit kaku di sisi meja. “Kalau sudah selesai, saya tidak punya alasan membuatnya menjadi masalah baru,” katanya dengan nada biasa tanpa usaha memperbesar suara di depan tamu lain. Ketenangan itu justru membuat bahu Adrian yang tadi tegak sedikit turun, sementara satu tangannya menyentuh sandaran kursi untuk menahan kecanggungan yang belum sepenuhnya hilang. Ia tidak menghindari pandangan Leo ketika menjawab, meskipun rasa malu masih jelas berada di balik sikap terkendalinya. “Saya sudah meminta maaf kepada Livia,” kata Adrian. “Kalau saya tahu statusnya sejak awal, saya tidak akan pernah melangkah seperti itu.” Leo tidak langsung menyatakan percaya penuh, tetapi ia memperhatikan Adrian tidak mencari alasan untuk membenarkan pend
Ler mais