Toyota Kijang yang dikemudikan Leo akhirnya memasuki Desa Tanjung Karsa ketika malam mulai menyelimuti jalanan yang sudah dikenalnya. Beberapa rumah masih memperlihatkan cahaya lampu, sementara suara percakapan warga terdengar dari halaman yang mereka lewati. Livia memperhatikan lingkungan desa melalui jendela dengan perasaan yang perlahan lebih tenang. Namun, setiap kali kendaraan melewati bagian jalan yang gelap, ingatannya masih kembali kepada keempat pria bermasker. “Sebentar lagi sampai rumah,” kata Leo sambil melirik istrinya. “Kalau kamu masih merasa tidak enak badan, kita bisa langsung beristirahat setelah menemui Kevin.” Livia mengangguk sambil merapikan tas di pangkuannya. “Aku hanya ingin melihatnya dahulu. Sejak kejadian tadi, rasanya perjalanan pulang menjadi jauh lebih panjang.” Leo memahami perasaan tersebut dan tidak memaksanya berbicara lebih jauh.
続きを読む