Kael menepis tangan Thomas dengan beringas, kekuatan sentakannya begitu besar hingga membuat asisten tua itu terhuyung menabrak pilar batu di dekat pintu. Zirah di bahu Kael berderit nyaring, memantulkan kemarahan yang sudah meluap melampaui batas kewarasan manusia biasa."Menyingkir dari jalanku, Thomas!" raung Kael, napasnya memburu dengan uap panas yang keluar dari sela bibirnya. "Aku tidak peduli pada rasa sakit di kaki ini, ataupun peringatan konyolmu tentang kematian! Nyawaku bukan urusanmu!""Ini bukan sekadar tentang nyawa Anda, Yang Mulia, ini tentang kestabilan seluruh wilayah utara!" Thomas bersikeras, mencoba berdiri tegak kembali meski napasnya terengah-engah akibat benturan tadi. "Jika Anda lumpuh, siapa yang akan memimpin kavaleri?""Bagi penguasa utara seperti diriku, menangkap Emily Dawson jauh lebih penting daripada nyawaku sendiri!" Kael menunjuk ke arah koridor luar dengan telunjuknya yang gemetar beringas."Gadis itu membawa dokumen rahasia Aliansi, dia memegang r
Baca selengkapnya