“Oi, Elian! Melamun saja kau,” Markus, pelayan bertubuh gempal yang bertugas di kandang kuda, menyenggol bahunya kasar. “Bagaimana rasanya jadi bayangan Tuan Duke selama seminggu ini? Kudengar kau yang memandikannya kemarin. Apa lehermu masih utuh?”Emily yang sedang menyantap sup di dapur bersama beberapa pelayan yang lain itu kemudian menoleh ke arah Markus.“Melelahkan, Markus. Tuan Duke bukan orang yang suka bicara. Dia hanya memberiku perintah dengan tatapan yang seolah bisa membelah kepalaku kalau aku salah gerak.”Beberapa pelayan lain lantas tertawa hambar mendengar jawaban Emily barusan.“Dia memang iblis,” sahut pelayan lain dengan suara rendah. “Tidak punya hati. Kau lihat wanita yang dieksekusi kemarin? Hanya karena dia mencoba menyelipkan surat cinta ke kantong jubah Duke, nyawanya melayang. Dia benar-benar alergi pada makhluk bernama perempuan.”“Kenapa begitu? Maksudku, kastil ini sangat besar, tapi isinya laki-laki semua. Apa dia memang lahir membenci wanita?” tanya Em
Last Updated : 2026-04-01 Read more