Pelayan Kesayangan Tuan Duke

Pelayan Kesayangan Tuan Duke

last updateLast Updated : 2026-04-01
By:  Leona ValeskaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demi bertahan hidup dari eksekusi mati, Emily Dawson menyamar sebagai pemuda bernama Elian dan menjadi pelayan pribadi di kastil Duke Kael yang membenci wanita. Tugas intim melayani sang Duke, mulai dari memandikan hingga memakaikan pakaian memaksa Emily terjebak dalam sentuhan-sentuhan yang membahayakan penyamarannya. Di tengah kepungan prajurit kerajaan dan kecurigaan Kael yang kian tajam, Emily harus bertaruh nyawa agar jantungnya yang berdebu tidak membongkar rahasia besarnya.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Eksekusi semua wanita yang berani masuk ke dalam istanaku tanpa izin! Gantung mayatnya di gerbang barat agar menjadi peringatan bagi siapa pun yang mencoba menguji kesabaranku!”

Raungan membahana itu memecah keheningan fajar di Kastil Ravenshire, sebuah benteng batu hitam yang angkuh dan terasing di utara Kerajaan. 

Suara itu milik sang penguasa absolut, Duke Kael van Ravenshire, pria yang reputasi kekejamannya mendahului namanya.

Penyusup wanita dengan pakaian lusuh baru saja tertangkap basah di koridor lantai dua.

Di Ravenshire, keberadaan wanita adalah tabu terbesar. Trauma masa lalu yang terkunci rapat membuat Kael Memberlakukan aturan berisi: tidak boleh ada satu pun wanita masuk ke dalam lingkungan pribadinya.

Pelanggaran terhadap aturan ini hanya memiliki satu konsekuensi: kematian yang cepat dan mengerikan.

Prajurit penjaga menyeret wanita malang yang menangis tersedu-sedu itu melintasi halaman utama. Tak ada belas kasihan di wajah Kael saat dia berdiri di balkon, mengawasi prosesi kematian itu dengan mata yang dingin.

Di sudut halaman, di antara barisan pelayan pria yang tertunduk ketakutan, berdiri “Elian”. Dia adalah pelayan magang bertubuh ringkih dengan pakaian pelayan yang agak kebesaran.

Topi baret cokelat tua menutupi rambutnya yang dipotong pendek secara serampangan, dan noda jelaga sengaja diusapkan di wajahnya untuk menyamarkan fitur wajah yang terlalu halus. Elian bukan siapa yang mereka kira.

Dia adalah Emily Dawson. Putri bungsu dari Marquis Dawson yang terhormat, atau setidaknya, pernah terhormat.

Berita kejatuhan keluarga Dawson mengguncang ibu kota sebulan yang lalu. Ayahnya dituduh melakukan pengkhianatan dan korupsi besar-besaran.

Dan dalam semalam, status mereka berubah dari bangsawan menjadi pengkhianat negara. Perintah Raja tegas: seluruh keturunan Dawson harus dimusnahkan.

Seorang sipir penjara membantu Emily memotong rambut panjangnya dan melarikan diri melalui saluran pembuangan penjara bawah tanah yang menjijikkan. Hingga akhirnya dia tiba di sini, di Ravenshire menjadi pelayan laki-laki.

Melihat wanita itu diseret ke halaman, tenggorokan Emily tercekat.

Tali di tiang gantung halaman ditarik meninggalkan suara jeritan wanita itu terhenti seketika, digantikan oleh kesunyian yang mencekam.

Sebuah yang tubuh kini berayun kaku di tiang gantung, menjadi  peringatan visual yang mengerikan tentang harga yang harus dibayar karena menentang aturan Duke Kael.

Duke Kael membalikkan badannya, hingga jubah hitamnya berkibar tertiup angin fajar yang dingin.

Tatapan matanya yang tajam menyapu seluruh halaman, mengamati setiap pelayan dan prajurit yang ada di sana, seolah-olah dia sedang mencari kelemahan di barisannya.

“Dengar, kalian semua!” suara Kael kembali membahana, kini lebih tenang namun jauh lebih mematikan. “Keamanan di kastil ini memalukan.” 

“Siapa pun yang lalai dalam tugasnya, siapapun yang membiarkan seorang wanita masuk ke dalam kastil ini lagi, leher kalian akan berada di tiang gantung yang sama dengan wanita itu. Saya tidak akan mentolerir kegagalan.”

Pengumuman dari Duke Kael barusan membuat Emily menelan ludah ketakutan. Jika dia tertangkap, maka kematian adalah satu-satunya hal yang menunggunya. Dia harus lebih berhati-hati, lebih waspada, dan lebih diam. Dia harus menjadi “Elian” sepenuhnya.

Kael kembali menatap barisan pelayan, tatapannya menyusuri setiap wajah yang tertunduk. Hingga pandangannya berhenti pada “Elian” yang ringkih. Emily merasa seperti serigala yang sedang mengintai mangsanya.

“Kau!” Kael mengacungkan jarinya ke arah Emily. “Siapa namamu, pelayan?”

Jantung Emily berhenti berdetak selama satu detik usai Kael menanyakan namanya. Dia lalu menelan ludah, berusaha menguasai suaranya agar tidak gemetar.

“E-Elian, Tuanku,” jawab Emily dengan suara yang sedikit parau, berusaha meniru suara seorang pemuda yang sedang ketakutan.

“Elian,” Kael mengulang namanya dengan nada meremehkan. “Mulai hari ini, kau akan menjadi pelayan pribadiku. Tugas pertamamu, Elian: siapkan air dingin ke dalam bak mandiku. Sekarang!”

Emily tersentak. Menjadi pelayan pribadi Duke Kael? Itu adalah mimpi buruk terburuknya. Itu berarti dia harus berada di sekitar Duke Kael setiap saat, mengurus kebutuhannya, bersentuhan dengannya, peluang penyamarannya terbongkar akan berlipat ganda.

Namun, dia tidak punya pilihan. Menolak perintah Duke Kael adalah tindakan bunuh diri.

“Baik, Tuanku,” jawab Emily dengan cepat.

Dia langsung berbalik dan berlari sekencang mungkin menuju koridor kastil yang gelap, menuju kamar mandi pribadi sang Duke.

“Siapkan air dingin. Siapkan air dingin,” gumamnya berulang kali, seolah-olah itu adalah mantra yang bisa memberinya kekuatan. Dia harus bertindak cepat.

Tak lama kemudian, Emily mendengar suara langkah kaki yang berat mendekat ke pintu kamar mandi. Duke Kael.

Emily mempercepat gerakannya yang tengah mengaduk air di dalam bak mandi dengan kedua tangannya yang gemetar. Dia harus menyelesaikan tugasnya sebelum sang Duke masuk.

Pintu kamar mandi terbuka. Duke Kael pun masuk, dengan jubah hitamnya yang masih berkibar di belakangnya.

Emily langsung membeku, dengan tangannya masih berada di dalam air dingin yang dia siapkan.

“Air sudah siap, Tuanku,” gumam Emily dengan pelan.

“Hm,” jawab Kael dingin, lalu berjalan menuju bak mandi. “Aku akan mandi sekarang.”

Emily menelan ludah. Dia harus segera pergi dari kamar mandi tersebut. Namun, telinganya mendengar sesuatu!

Dia mendengar suara pakaian jatuh ke lantai batu. Emily tidak bisa menahan dirinya, dan akhirnya menoleh ke belakang, lalu matanya terbuka lebar karena terkejut.

Duke Kael sudah melepaskan pakaiannya sepenuhnya. Dia berdiri telanjang bulat di depannya, tubuhnya yang berotot dan atletis terlihat jelas di bawah cahaya lampu minyak yang remang-remang.

“Aaa!! Tidak!” jerit Emily sambil menutup wajahnya dengan spontan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status