Emily menangis sejadi-jadinya dalam pelukan hangat kakaknya. Di dalam gubuk reot yang pengap itu, ia menumpahkan seluruh beban mental, ketakutan mencekam, dan rasa lelah yang teramat sangat, yang selama berbulan-bulan ini ia pendam sendirian tanpa arah di dalam sarang serigala bernama kastil Ravenshire.Bahunya terguncang hebat, melepaskan sisa-sisa ketegangan dari penyamaran melelahkan yang nyaris merenggut kewarasannya.Johan mengusap rambut adiknya dengan tangan yang kasar akibat kerasnya kehidupan di pelarian.Ia mengecup kening Emily berulang kali, berusaha menyalurkan kehangatan untuk mengekspresikan betapa ia sangat merindukan adik perempuannya yang sempat ia kira telah hilang ditelan badai politik utara."Menangislah, Emily. Kau sudah aman bersamaku sekarang," bisik Johan, suaranya parau dan bergetar menahan luapan emosi."Aku sangat takut, Kak," isak Emily, suaranya teredam di dada mantel berburu Johan yang tebal. "Setiap hari aku harus berjalan di antara para pembunuh keluar
Read more