Awalnya Kael hendak mengusir Emily, tangannya yang gemetar terangkat kasar untuk menepis nampan dan mengusir gadis itu dari pandangannya.Namun, gerakan Kael terhenti di udara. Emily dengan cepat menggeser gelang anyaman hitam bersimpul mati itu tepat di bawah jemari Kael, memperlihatkannya dengan jelas di bawah pendar cahaya lampu kamar.Benda usang itu membuat Kael membolakan matanya sempurna.Seluruh otot tubuhnya mendadak kaku, bukan karena racun besi hitam, melainkan karena hantaman memori lama yang mendadak menyeruak paksa dari dasar ingatannya."Kau... dari mana kau mendapatkan benda ini?!" desis Kael, suaranya bergetar hebat, kehilangan seluruh nada otoriter militernya."Aku membawanya dari Kak Johan, Kael," jawab Emily, air matanya menetes mendarat di atas selimut. "Gelang ini... gelang yang kau berikan pada kakakku saat kau menangis di sudut dapur kastil lama."Ingatan itu menghantam Kael layaknya gada besi. Mereka berteman sejak tujuh belas tahun yang lalu, saat Kael yang m
Read more