Langkah kaki di tangga kayu itu semakin dekat, menciptakan derit yang seolah menghitung sisa waktu hidup mereka. Emily mencengkeram lengan baju Lucian, matanya terpaku pada bayangan yang perlahan turun ke ruang arsip.Namun, alih-alih sosok pengawal Kael dengan baju zirah gemerincing, yang muncul adalah seorang pria dengan napas tersengal dan pakaian hitam yang compang-camping.“Jacob?” bisik Emily, nyaris tak terdengar.Pria itu tersentak, tangannya yang memegang belati segera terangkat sebelum ia mengenali wajah Emily di balik temaram cahaya api yang mulai merayap dari jendela luar. Jacob, tangan kanan Johan yang paling dipercaya segera menghampiri mereka dengan langkah terburu-buru.“Nona Emily? Apa yang Anda lakukan di sini?” suara Jacob serak, penuh dengan ketegangan yang nyata. “Anda harus pergi. Sekarang juga!”“Jacob, dokumennya!” Emily mengabaikan peringatan itu, tangannya menunjuk ke laci rahasia yang baru saja ia temukan.“Aku menemukannya, tapi lacinya kosong. Di mana doku
Last Updated : 2026-05-02 Read more