Ardian memutar kunci duplikat itu dengan gerakan yang sangat halus, hampir tanpa suara.Klik.Pintu apartemen Helena terbuka, menyambutnya dengan kegelapan yang sunyi dan aroma kayu cendana yang menenangkan. Ardian tidak membuang waktu. Ia menyelinap masuk, menutup pintu di belakangnya, dan segera mengaktifkan senter kecil dari ponselnya.Cahaya temaram itu menyapu ruangan minimalis milik Helena, hingga berhenti pada sebuah laptop yang tergeletak di atas meja kerja kayu di sudut ruangan."Bodoh sekali kamu, Helena. Atau mungkin kamu terlalu percaya pada si narapidana itu," gumam Ardian dengan seringai tipis.Ardian merasa di atas angin. Setelah kehancuran Bimo dan Mariska, ia tahu dialah target berikutnya. Namun, berbeda dengan dua rekannya yang ceroboh, Ardian percaya pada kecerdasannya.Ia adalah otak di balik fitnah sepuluh tahun lalu. Ia yang meretas akun sekolah, ia yang memalsukan bukti transfer, dan ia yang memastikan Reih
最終更新日 : 2026-05-21 続きを読む