"Kamu sama saja dengan betina lain di luar sana, sangat lemah tidak berdaya kalau sudah berhadapan dengan pejantan tangguh di atas ranjang!" ejek Arya menyeringai super nakal.Wajah judes Viona merah padam, dibanjiri keringat gairah dan air mata kenikmatan. Wanita berpendidikan tinggi itu tidak berdaya melawan insting hewani yang dibangkitkan secara paksa oleh sang kepala suku.Tanpa mau membuang waktu, Arya memelorotkan celana pendeknya. Kejantanan pria purba itu menegang hebat, menantang udara AC mobil yang dingin. Arya menyentak pinggul Viona mendekat, lalu menembus inti sang pengacara dalam satu dorongan brutal bertenaga penuh."Sakit, gila! Keluarin punya kamu, Arya! Badanku rasanya mau robek!" teriak Viona sembari menjambak rambut tebal Arya sekuat tenaga, menahan ngilu luar biasa.Tidak mempedulikan tangisan perih itu, Arya mulai menggenjot pinggulnya dengan kecepatan buas yang menghancurkan. Jok kulit mobil mewah itu berderit kencang, beradu irama dengan suara decakan daging b
آخر تحديث : 2026-04-15 اقرأ المزيد