Aku menggumamkan nama itu pelan. Aneh sekali. Entah kenapa, hanya dengan menyebut nama itu, seluruh bulu kudukku berdiri dan dadaku terasa sesak secara tiba-tiba.Rasanya seperti ada sesuatu yang gelap sedang menungguku di balik pintu kepulanganku.Setelah menyelesaikan seluruh urusan administrasi kelulusan yang melelahkan, keesokan harinya aku langsung terbang menuju tanah kelahiranku, Swiss.Tepat pukul 14:23 CEST, roda pesawat menyentuh landasan pacu di kota Ravenstain. Namun, saat kakiku melangkah keluar dari gerbang kedatangan bandara, sebuah sensasi ganjil menghantam dadaku. Jantungku tiba-tiba terasa sesak, seolah pasokan oksigen di sekitarku mendadak menipis. Langit Ravenstain yang semula cerah benderang, seketika tampak meredup di mataku."Ada apa ini? Kenapa jantungku..." Aku bergumam lirih sembari mencengkeram dada kiri. Debarannya tidak beraturan, liar, dan menyakitkan.Lalu, aroma itu muncul. Bau tanah basah yang pekat dan amis besi yang samar menguar di udara. Aroma yan
Last Updated : 2026-03-31 Read more