"Eli... kau baik-baik saja?" tanya Adrian, suaranya sarat akan kekhawatiran saat ia melangkah mendekat, hendak menyentuh bahuku. Namun, dengan gerakan kilat, Nikolai menepis tangan Adrian. "Dia sedang tidak enak badan. Dini hari tadi dia mengeluh sakit, jadi aku langsung membawanya ke rumah sakit tanpa menunggu pagi," ucap Nikolai dengan nada otoriter yang tak terbantahkan. Bibi Sofia menghampiriku, guratan cemas terpancar jelas di wajahnya. "Sayang... maafkan aku. Aku bahkan tidak sadar kau sudah pulang semalam, jadi aku tidak tahu kalau kau sakit." "Tidak apa-apa, Bibi," sahutku lemas, mencoba menghindari tatapan menyelidik Adrian. Adrian kembali mengulurkan tangannya, mencoba meraih jemariku. "Aku akan mengantarmu ke kamar, Eli." Lagi-lagi, Nikolai menepisnya, kali ini jauh lebih kasar. "Kau hanya orang luar di rumah ini. Tahu dirilah!" bentaknya sinis. "Maaf, Tuan, tapi aku—"
Last Updated : 2026-04-18 Read more